Wadah berbagi Kisah, Pengetahuan, Ungkapan rasa, Cerita, dalam rangka memperkaya khasanah Iman untuk menggapai Syafa'at Baginda Rasululloh serta Hidayah dan Ridlo Illahi Robbi

2.16.2010

Hal yang Membuat Rizky tidak Lancar


Allah SWT menciptakan semua makhluk benar-benar sempurna, bahkan hingga sampai kepada pembagian rezekinya Allah sangat memperhatikan. Allah juga menjamin bahwa tidak ada satu pun mahluk di jagat raya ini yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Allah menjamin pemenuhan rezeki ini. Sekarang pertanyaan nya adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih ekstrim lagi adalah sudah benar atau tidakkah cara mendapatkannya. Dan perlu diketahui bahwa rezeki yang dimaksud di sini tentu bukan hanya sekadar uang, ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan namun ketaatan pada Allah itu juga merupakan bagian dari rezeki, bahkan takaran nilainya jauh lebih tinggi dibanding uang.

Banyak kita jumpai orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Ada yang mengeluh kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya bisnis saya gagal terus ?” “Mengapa ya hati saya tidak pernah tenang?” Dan masih banyak lagi keluhan-keluhan lainnya. Namun semua tidak menyadarinya, bahwa ada banyak penyebab tidak lancarnya rezeki mengalir ini, diantaranya adalah mungkin cara kita mencari yang kurang profesional, atau kurang serius mengusahakan nya, dan ada pula kondisi-kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki ini. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tidak lancar? Dan apa saja yang menjadi penyebabnya?

Saudaraku, Allah adalah satu-satunya Dzat yang Maha Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi lancarnya aliran rezeki ini :

Pertama, Lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita telah berharap dan menggantungkan diri kepada selain kepada Allah, Atau kita sudah berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah telah menyatakan bahwa Aku sesuai prasangka hamba-Ku. Maka jika pada suatu ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Dan sebaliknya barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya, dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Demikian janji Allah dalam QS: Ath Thalaaq [63] ayat 3.

Kedua, Adanya dosa dan perbuatan maksiat yang kita lakukan. Dosa ternyata merupakan penghalang datangnya rezeki. Bahkan Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya seseorang akan terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Nah bagaimana agar dosa ini supaya tidak menyumbat aliran rezeki kita, maka tobatlah jawaban sebagai pintu pembukanya. Andai kita mau menyimak, ternyata didalam do’a minta hujan itu isinya adalah permintaan tobat, bahkan isi do’a Nabi Yunus pun saat berada dalam perut ikan ternyata juga adalah permintaan tobat, demikian pula isi permohonan do’a ketika meminta dikaruniai anak dan pada saat Lailatul Qadar ternyata adalah permohonan tobat. Karena itu bila rezeki terasa seret, maka perbanyaklah tobat dengan hati, ucapan, dan perbuatan kita.

Ketiga, Kesalahan dalam mencari nafkah. Selama ini banyak dari kita belum menyadari apakah pekerjaan yang kita lakukan sudah termasuk kategori halal menurut agama? Kalau toh memang halal, apakah sudah benar dalam mencari dan menjalaninya? Perhatikan selalu hal ini. Apabila terjadi kecurangan sekecil apapun dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (baik korupsi waktu maupun uang), manipulasi timbangan, praktik mark up dan sebagainya, itu akan sangat berdampak pada rezeki kita menjadi tidak berkah. Mungkin uang bisa kita dapatkan , namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Bagaimanakah mengetahui ciri rezeki tersebut tidak berkah, diantaranya adalah mudahnya rezeki tersebut menguap untuk hal yang sia -sia, atau hasil yang kita peroleh tidak membawa ketenangan sehingga sulit dipakai untuk taat kepada Allah bahkan ada yang sampai menjadi biang penyakit. Bagaimana bila sudah terlanjur melakukannya, syaratnya hanyalah segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat, Pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Saudaraku... cobalah setiap hari biasakan kita bertanya pada diri kita, apakah pekerjaan yang kita lakukan selama ini membuat hubungan kita dengan Allah semakin dekat ataukah malah makin menjauh? Jangan – jangan kita terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau sering kali jadi telat), bahkan mungkin juga sudah lupa membaca Al-Qur’an, atau ada juga yang sampai lupa mendidik keluarga, jika ini sampai terjadi maka ini lah sinyal-sinyal bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak membawa berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya menurut Rasulullah kita bekerja itu membuat kita semakin bersyukur dan semakin dekat dengan Allah. Sibuk boleh, namun jangan sampai kewajiban kita kepada Allah kita abaikan.

Kelima, Malas bersedekah. Siapa pun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya pasti irit. Sebaliknya dengan sedekah akan bertambah berkah, penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Bahkan Allah menekankan betapa pentingnya bersedekah. Sedekah itu bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dimana pada tiap-tiap bulir itu akan terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Maha kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Jika tertarik maka mari kita langgengkan amalan pada diri kita bahwa tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan dengan senang hati membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. Walllahu’alam
Share:

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Powered By Blogger

Slider

Hit Counter